Dev1

About Dev1

This author has not yet filled in any details.
So far Dev1 has created 43 blog entries.

Media Analisis: Pemetaan Pemberitaan Media Tentang Aborsi dan Keguguran

Media Analisis: Pemetaan Pemberitaan Media Tentang Aborsi dan Keguguran Oleh FKM - Universitas Indonesia dan Guttmacher Indonesia Program PEKERTi telah melakukan pemetaan pemberitaan media massa dalam periode tahun 2015 - 2018 tentang aborsi dan keguguran. Beberapa temuan yang penting untuk dicermati antara lain bahwa pemberitaan cenderung tidak menyampaikan keadaan perempuan akan tetapi

Perjalanan PEKERTi

Perjalanan PEKERTi Oleh Yayasan IPAS Indonesia Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) merupakan topik yang sering dibicarakan, meski begitu pembahasannya masih fokus pada tataran normatif, seperti tentang pemenuhan HKSR bagi setiap individu dan dikaitkan dengan isu moralitas yang menjadi momok bagi isu HKSR karena masih dianggap tabu. Tebalnya bungkusan moralitas dan tabu

Penguatan Sistem Kesehatan

Cerita Penguatan Sistem Kesehatan Tim unit Penguatan Sistem Kesehatan di Yayasan IPAS Indonesia bisa disingkat menjadi HSS (Health System Strengthening). Tim ini terdiri dari HSS Advisor, HSS Policy Advisor dan HSS Officer serta dibantu oleh teman-teman Koordinator Distrik yang langsung bekerja di daerah. Penguatan sistem layanan kesehatan merupakan bagian penting agar tersedianya layananan

Cerita dari Ponorogo

Cerita dari Ponorogo Penulis : Siti Rahmah, Koordinator Distrik Kabupaten Ponorogo Ponorogo termasuk dalam 15 kabupaten/kota terbesar di Indonesia yang memasok buruh migran ke luar negeri. Mayoritas para buruh migran tersebut adalah orang tua yang memiliki anak remaja perempuan. Salah satu dampak dari kepergian mereka untuk bekerja di luar negeri yaitu banyaknya

PEKERTi

Cerita PEKERTi Hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) bukanlah topik yang baru bagi sebagian orang, sudah cukup banyak pembahasan mengenai HKSR di berbagai mimbar. Meski begitu, masih kerap ditemui kegagapan dalam pembahasan tentang bagaimana HKSR dapat dipenuhi dan dinikmati oleh setiap individu, khususnya perempuan. Hal tersebut disebabkan oleh moralitas dan tabu yang

Go to Top