Berkolaborasi dengan Gerak Bersama Perempuan Maluku, Yayasan IPAS Indonesia mempertemukan perwakilan masyarakat sipil, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh adat, serta pemerintah dari sembilan kabupaten dan dua kota di Provinsi Maluku dalam Forum Konsolidasi yang diselenggarakan di Ambon pada 11–13 Juni 2026. Sebanyak 202 orang (172 perempuan dan 30 laki-laki) hadir dalam pertemuan ini.
Berita
Workshop Sistem Peringatan Dini bagi Masyarakat untuk Memperkuat Ketangguhan Layanan Kesehatan saat Bencana di Sigi dan Donggala
Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) merupakan salah satu elemen penting dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Sistem ini merujuk pada mekanisme dan langkah-langkah yang perlu dilakukan masyarakat ketika terdapat tanda-tanda terjadinya bencana.
Berbagi Praktik Baik Layanan Asuhan Pasca Keguguran, Kontrasepsi, dan Kesehatan bagi Korban Kekerasan dari 21 Puskesmas di Empat Provinsi Indonesia
Penguatan sistem kesehatan reproduksi menjadi salah satu elemen penting agar perempuan dan remaja perempuan dapat mengambil keputusan terkait tubuhnya sendiri. Dengan demikian, mereka dapat mengakses layanan yang berkualitas, sesuai kebutuhan, dan bebas dari stigma....
Mengupayakan Layanan Kesehatan Reproduksi saat Gempa Bumi di Puskesmas Nokilalaki Kabupaten Sigi
Gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026. Puskesmas Nokilalaki yang terletak di Kabupaten Sigi merupakan salah satu gedung yang terdampak. Atap di bagian layanan dan juga ruang administrasi ambrol. Di tengah situasi itu, layanan kesehatan terutama kesehatan reproduksi tetap harus berjalan.
Jambore Orang Muda di Timor Tengah Selatan: Berbagi tentang Kesehatan Reproduksi dan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Sebanyak 136 orang muda (82 perempuan dan 54 laki-laki) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur, berkumpul selama tiga hari (27–29 Mei 2026) dalam kegiatan jambore yang diselenggarakan di Gereja GMIT Elim Panite.
Peringati Hari Perempuan Internasional, IPAS Indonesia Perkuat Komitmen Multipihak Tangani KBGS di Maluku
Ambon, Maluku — Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Dibutuhkan komitmen bersama mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh adat dan agama, tenaga kesehatan, hingga masyarakat untuk memastikan...
Jurnalis Ambon Diperkuat untuk Meliput Kekerasan Seksual dengan Perspektif Berpihak pada Korban
Jurnalis memiliki peran strategis dalam memastikan korban Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) dapat mengakses haknya secara adil dan bermartabat. Melalui liputan yang berpihak pada korban, media dapat membantu membangun pemahaman publik sekaligus mendorong...
Menguatkan Suara Komunitas untuk Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual di Jawa Tenga
Salatiga, Jawa Tengah — Advokasi menjadi langkah penting dalam upaya penanganan kasus Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS). Melalui advokasi, komunitas dapat mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung korban dan penyintas, terutama dari sisi kebijakan dan...
Yayasan IPAS Indonesia Latih Tenaga Medis Tangani Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Ambon
Yayasan IPAS Indonesia melatih 58 tenaga medis, terdiri dari perawat, bidan, dokter umum, dan dokter spesialis kandungan dan kebidanan, untuk memperkuat layanan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtPA) di Ambon, Provinsi Maluku. Pelatihan berlangsung...
Komitmen Bersama Tingkatkan Akses Informasi dan Layanan Kesehatan Reproduksi yang Inklusif dan Berkualitas di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Soe, Timor Tengah Selatan — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan bersama organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal menyatakan komitmen bersama untuk meningkatkan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif, berkualitas, dan...
Jambore TAKENUSA: Panggung Berbagi Pengalaman Kader dalam Meningkatkan Akses Kesehatan Reproduksi
Selama tiga hari penuh, dari 22 hingga 24 Oktober 2025, sebanyak 100 kader dari empat desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, berkumpul di Niki-niki dalam sebuah kegiatan jambore. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, melainkan sebuah ruang...
Instagram Live IPAS Indonesia: Respectful Midwifery Care untuk Mendukung Layanan Kesehatan Reproduksi yang Berpusat pada Perempuan
Peran bidan menjadi salah satu kontribusi penting dalam layanan kesehatan reproduksi, terutama di Daerah Tertinggal, Perbatasan, Kepulauan (DTPK) di Indonesia. Mereka bukan hanya membantu persalinan, tetapi juga menjadi penyedia layanan untuk kontrasepsi, bahkan...
Pelatihan Layanan Kontrsepsi Bagi Bidan di Tiga Kabupaten di Sulawesi Tengah
Yayasan IPAS Indonesia menggelar pelatihan layanan kontrasepsi untuk proyek CERAH (Climate Emergency, Reproductive Rights, and Health/Krisis Iklim, Hak dan Kesehatan Reproduksi) pada April hingga Agustus 2025 di Palu, Sulawesi Tengah. Proyek CERAH diluncurkan pada...
Yayasan IPAS Indonesia Luncurkan Proyek ARUMBAE di Maluku: Perkuat Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Wilayah Kepulauan
Ambon, 3 September 2025 — Yayasan IPAS Indonesia secara resmi meluncurkan proyek ARUMBAE (Perempuan Mampu dan Berdaya untuk Bebas dari Kekerasan) di Provinsi Maluku. Proyek ini bertujuan memperkuat sistem penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,...
Diskusi Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan Reproduksi Bersama dengan Akademisi di Kabupaten Sigi
Yayasan Merah Putih (YMP) Sulawesi Tengah, mitra Yayasan IPAS Indonesia untuk program CERAH (Climate Emergency, Reproductive Rights and Health/ Krisis Iklim, Hak & Kesehatan Reproduksi), menggelar diskusi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan reproduksi di Kantor...
Peringati International Youth Day, Orang Muda di Jawa Tengah Suarakan Ruang Aman Bebas dari Kekerasan
Mari kita berani speak up, percayalah pasti punya ruang aman, suarakanlah!,” itulah pesan yang disampaikan oleh Asyifa Azdkiah Haqiqi, panitia kegiatan “We Speak Up Because We Matter: Remaja Berdaya Bebas dari Kekerasan”. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati International Youth Day yang jatuh pada 12 Agustus.
Health Rangers: Sebuah Inisiatif Agar Remaja di Jawa Tengah Merdeka dari Kekerasan
Pada 2024, sebanyak 1.349 anak-anak di Jawa Tengah menjadi korban kekerasan. Dari angka tersebut, kekerasan seksual merupakan jenis kekerasan yang paling tinggi, yakni 746 kasus. Secara nasional, Jawa Tengah menjadi provinsi ketiga dengan kasus kekerasan terhadap anak...
Selamat Jalan Prof. Irwanto
Yayasan IPAS Indonesia kehilangan pendiri sekaligus Ketua Badan Pembina, Prof. Irwanto, Ph.D. Beliau meninggal dunia pada Selasa, 27 Mei 2025, di Jakarta. Rasanya baru kemarin kami meminta Prof. Ir untuk menjadi bagian dari keluarga Yayasan IPAS Indonesia. Tapi momen...
Yayasan IPAS Indonesia Dorong Integrasi Layanan Kekerasan terhadap Perempuan melalui Proyek ARUNIKA
Akses yang komprehensif dan holistik bagi perempuan korban kekerasan merupakan bagian dari Keadilan Reproduksi. Sejak 2018, Yayasan IPAS Indonesia terus bermitra dengan sejumlah pihak untuk mewujudkannya. Salah satu usahanya adalah melalui proyek ARUNIKA (Perempuan...
Yayasan IPAS Indonesia Jadi Narasumber di Grand Lecture National Peer Education Workshop CIMSA
Direktur Eksekutif Yayasan IPAS Indonesia dr. Marcia Soumokil MPH menjadi narasumber Grand Lecture dalam kegiatan National Peer Education Workshop (NPEW) 2025 yang diselenggarakan oleh CIMSA Indonesia pada April 2025 di Yogyakarta. Kegiatan NPEW merupakan agenda dua...
Gubernur Jawa Tengah Dukung Perluasan Model Layanan Komprehensif Bagi Penyintas Kekerasan Seksual untuk Proyek ARUNIKA
Yayasan IPAS Indonesia melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada tanggal 17 April 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan proyek ARUNIKA (Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Bebas Kekerasan). Proyek...
Pengumuman Lomba Menulis: Peringatan Hari Perempuan Internasional
Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Yayasan IPAS Indonesia mengadakan lomba menulis dengan tema Keadilan Reproduksi untuk Semua: Mengupayakan Hak Kesehatan Komprehensif untuk Korban Kekerasan Seksual. Kami telah menerima sebanyak 137 tulisan,...
Yayasan IPAS Indonesia Selesaikan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Tiga Kabupaten untuk Proyek CERAH
Yayasan IPAS Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong telah menyelesaikan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk proyek CERAH (Climate Emergency Reproductive Rights and Health). Proyek CERAH...
Kolaborasi IPAS Indonesia dan AJI Kota Kupang: Ngabugurit dan Diskusi Bareng Jurnalis soal Kesehatan di NTT
Untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia, Yayasan IPAS Indonesia berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang menyelenggarakan ngabuburit dan diskusi terbatas. Acara yang diselenggarakan pada 7 Maret 2025 di Kota Kupang ini fokus pada peliputan...
Yayasan IPAS Indonesia Lakukan Whole Site Orientation di 12 Fasilitas Kesehatan untuk Mulai Proyek ARUNIKA di Jawa Tengah
Proyek ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan) telah diluncurkan pada November 2024. Proyek ini salah satu tujuannya adalah untuk memperkuat layanan kesehatan bagi korban Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) di tiga lokasi di Jawa Tengah:...
Kolaborasi Multi-Stakeholder untuk Merencanakan dan Menganggarkan Program Kesehatan Reproduksi di Nusa Tenggara Timur
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memiliki sejumlah peraturan untuk meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi. Di antaranya adalah Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2018 tentang Sistem Kesehatan Daerah. Dalam Perda tersebut mengatur tentang...
Yayasan IPAS Indonesia Perkenalan Proyek CERAH di 13 Puskesmas dan 3 RSUD di Tiga Kabupaten melalui Whole Site Orientation
Yayasan IPAS Indonesia mengadakan Whole Site Orientation di 13 Puskesmas dan 3 RSUD yang tersebar di Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, dalam rentang waktu Januari hingga Februari 2025.
Yayasan IPAS Indonesia Lakukan Asesmen Layanan Kesehatan bagi Korban Kekerasan di Jawa Tengah
Melalui program ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan), Yayasan IPAS Indonesia melakukan asesmen di 12 fasilitas kesehatan di Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan di lokasi proyek ARUNIKA yakni di Surakarta, Sukoharjo dan Semarang . Kegiatan yang...
Satu Semester 7 Pencapaian: Refleksi Yayasan IPAS dalam Review Tengah Tahun
Yayasan IPAS Indonesia mengadakan review tengah semester pada 10-14 Februari 2025 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merefleksikan sejauh mana pencapaian IPAS Indonesia dalam mewujudkan Keadilan Reproduksi. Selain itu, momen ini juga...
Perkuat Kolaborasi untuk Proyek ARUNIKA dan CERAH, Yayasan IPAS Indonesia Adakan Pertemuan dengan 4 Mitra
Pada November 2024, Yayasan IPAS Indonesia meluncurkan dua proyek di dua provinsi. Pertama adalah proyek CERAH (Climate Emergency, Reproductive Rights and Health) di Palu, Sulawesi Tengah. Kemudian, ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan) di...
ARUMBAE: Memperluas Akses Kesehatan bagi Korban Kekerasan di Wilayah Timur Indonesia
Untuk memperluas akses dan layanan kesehatan bagi korban kekerasan di wilayah kepulauan, Yayasan IPAS Indonesia membuat inisiatif baru di Provinsi Maluku. Proyek tersebut bernama ARUMBAE (Perempuan Mampu dan Berdaya untuk Bebas dari Kekerasan). ARUMBAE mulai...
Yayasan IPAS Indonesia Paparkan Dampak Proyek KBGS di Asia-Pacific Academic Consortium on Public Health Conference di Korea Selatan
Mengangkat tema “Shifting Paradigm for Future Society and Community”, Asia-Pacific Academic Consortium on Public Health 2024 menggarisbawahi pentingnya revolusi dalam berbagai aspek di ranah kesehatan masyarakat. Konferensi tersebut diselenggarakan di Busan, Korea...
Tingkatkan Pemahaman Kader soal Kesehatan Reproduksi, Yayasan IPAS Indonesia Luncurkan Interactive Voice Response
Melalui program TAKENUSA (Tekad Bersama untuk Perempuan Nusa Tenggara), Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS) Indonesia meluncurkan Kampanye tentang Kesehatan Reproduksi melalui Interactive Voice Response (IVR) di 14 desa di Nusa Tenggara Timur. Tujuan...
Sosialiasi Implementasi Program ARUNIKA di Tiga Kabupaten bersama Mitra
Yayasan IPAS Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi sebagai langkah awal untuk implementasi proyek ARUNIKA pada 17-19 Desember 2024. Sosialisasi ini dilakukan di Kabupaten Semarang, Sukoharjo dan Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, proyek ini telah...
Peringati Hari AIDS Sedunia dan 16 HAKTP, Yayasan IPAS Indonesia dan SCORA CIMSA Gelar Diskusi Aksi Bersama Melindungi Perempuan dari KBGS dan HIV
Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) dan infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) memiliki keterkaitan erat. Korban Kekerasan Berbasis Gender, khususnya yang mengalami kekerasan seksual, memiliki risiko tinggi untuk terpapar HIV, dan sebaliknya, orang yang...
Workshop Pemutakhiran Panduan Praktik Klinis Asuhan Pasca Keguguran dan Perdarahan Pasca Persalinan untuk Rumah Sakit dan Puskesmas di Provinsi NTT
Yayasan IPAS Indonesia menyelenggarakan workshop pemutakhiran Panduan Praktik Klinis (PPK) Asuhan Pasca Keguguran (APK) dan perdarahan pasca persalinan untuk rumah sakit dan Puskesmas di pada 29-30 November 2024 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini bertujuan...



































