Laki-laki dan Kesehatan Reproduksi

Oleh Yayasan IPAS Indonesia

Laki-laki memiliki penting untuk berperan dalam Kesehatan Reproduksi. Isu keterlibatan laki-laki dalam kesehatan reproduksi berkembang seiring dengan perkembangan isu gender. Pemahaman tentang pentingnya pembagian peran antara pasangan termasuk tanggungjawab bersama dalam kesehatan reproduksi.

WHO dalam tulisan terkait keterlibatan laki-laki dan anak laki-laki dalam Kesehatan reproduksi, ibu dan anak menyampaikan bahwa pendekatan Transformasi Gender, pendekatan yang menghadapkan dan mengubah norma gender lebih mungkin untuk mengubah perilaku kesehatan. Peran laki-laki yang dapat diperkuat melalui transformasi gender termasuk pembagian tanggungjawab dalam perencanaan keluarga, penggunaan kontrasepsi, pencegahan IMS, membantu perempuan hamil tetap sehat dan melahirkan dengan aman serta terlibat dalam pengasuhan.

Menurut hasil review sistematis yang dilakukan Tokhi, et al, 2018, keterlibatan laki-laki dalam Kesehatan ibu dan anak berdampak pada peningkatan kehadiran perawatan selama kehamilan, pertolongan persalinan oleh tenaga terampil, kunjungan ke fasilitas hesehatan, perawatan pasca persalinan, kesiapsiagaan dalam komplikasi kelahiran serta pemenuhan nutrisi ibu.

Laki-laki juga dapat terlibat dalam topik Kesehatan reproduksi yang lebih spesifik, yaitu pada Asuhan Pasca Keguguran. Yayasan IPAS Indonesia dalam proyek Peningkatan Akses Kesehatan Reproduksi Terintegrasi (PEKERTi) bekerjasama dengan Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) berproses dengan kelompok laki-laki di Kabupaten Klaten dalam upaya pelibatan laki-laki dalam kesehatan reproduksi khususnya Asuhan Pasca Keguguran.

Keterlibatan laki-laki ini dilatarbelakangi laki-laki belum memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, hal ini berkaitan dengan anggapan bahwa Kesehatan reproduksi adalah urusan perempuan, sehingga peran laki-laki minim dalam Kesehatan reproduksi. Alasan lain adalah Laki-laki menjadi pengambil keputusan ketika terjadi kegawatdaruratan kesehatan reproduksi, dan memiliki peran untuk menguatkan keputusan perempuan dalam Kesehatan reproduksi. Diranah yang lebih spesifik, laki-laki yang direpresentasikan dalam tokoh agama laki-laki memiliki pengaruh untuk menginformasikan ke masyarakat terkait pentingnya Kesehatan reproduksi.

Kegiatan yang dilakukan oleh SPEK-HAM adalah edukasi serta advokasi kebijakan. Petugas lapangan masuk ke dalam kelompok laki-laki untuk memberikan informasi kesehatan reproduksi serta memberikan peningkatan kapasitas pada tokoh agama. Pada akhir kegiatan di 2020 terdapat 25 tokoh lintas agama di Kabupaten Klaten yang sudah dilatih tentang kesehatan reproduksi, Perencanaan kehamilan, alat kontrasepsi dan Asuhan Pasca Keguguran.

Tokoh agama terlatih melakukan edukasi pada kelompoknya dan pada masyrakat umum tentang peran laki laki terkait kesehatan repoduksi, Perencanaan kehamilan, Kehamilan tidak di inginkan, tanda tanda keguguran dan layanan Asuhan pasca keguguran metode AVM. Laki-laki yang memiliki pengetahuan diharapkan dapat mengambil keputusan disaat terjadi kegawatdaruratan Kesehatan reproduksi, salah satunya keguguran dan mendukung keputusan reproduksi perempuan.


Referensi:

  • Tokhi M, et al, 2018, Involving men to improve maternal and newborn health: A systematic review of the effectiveness of interventions
  • WHO, 2013, Engaging Man and Boys in RMNCH, Knowledge Summary: Women’s and Children’s Health

Kategori

Tag

Dapatkan
Nawala Kami

Berikan Komentar

Leave A Comment