Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat Indonesia

Atau Yayasan IPAS Indonesia adalah sebuah organisasi nirbala berbadan hukum dengan kantor pusat di Jakarta dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM Indonesia sejak Mei 2018. Yayasan IPAS Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan Pemerintah Indonesia untuk mendukung Pelaksanaan Program Nasional Kesehatan Ibu dan Anak, serta Program Nasional Kesehatan Usia Reproduksi yang berkontribusi mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan peningkatan status kesehatan perempuan dan remaja perempuan secara umum. Yayasan IPAS Indonesia merupakan afiliasi dari jejaring Ipas di tingkat global dan Ipas sendiri adalah organisasi non-pemerintah yang berkantor pusat di North Carolina, Amerika Serikat.

Pada pelaksanaan kegiatan proyeknya, Yayasan IPAS Indonesia bekerja bersama Pemerintah Pusat dan Daerah serta organisasi masyarakat sipil, termasuk di dalamnya organisasi profesi terkait dan akademisi, melalui aktivitas-aktivitas terkait perencanaaan kehamilan, serta penanganan kehamilan tidak direncanakan dengan meningkatkan akses dan penggunaan layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif berbasiskan aturan hukum dan kebijakan program di Indonesia.

Dalam pelaksanaan program, Yayasan IPAS Indonesia fokus pada 3 pilar utama, yakni: Pendidikan dan Promosi Kesehatan Masyarakat, lewat pendidikan dan promosi kesehatan di tingkat masyarakat terutama bagi perempuan dan remaja perempuan yang berbasiskan kekuatan dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masing-masing daerah; Penguatan Sistem Kesehatan di tingkat nasional, Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama erat dengan pemerintah pusat (Kementerian Kesehatan, BKKBN, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) untuk mendukung pengembangan norma, standar, pedoman dan kriteria (NSPK) pelayanan kesehatan di Puskesmas PONED dan atau Rumah Sakit untuk memberikan Asuhan Pasca Keguguran (APK) yang komprehensif melalui rangkaian pelatihan dan bimbingan pemberi layanan kesehatan, jejaring rujukan antar layanan dan masyarakat; serta Kajian-kajian dan Evaluasi yang bisa digunakan untuk program selanjutnya.

Saat ini Yayasan IPAS Indonesia juga sedang mengerjakan beberapa proyek yang menggunakan pendekatan dari 3 pilar tersebut, salah satunya yaitu proyek PEKERTi yang merupakan modeling/proyek rintisan untuk APK yang komprehensif lewat kerja sama dengan 3 Kabupaten/Kota; Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur), Kabupaten Klaten (Jawa Tengah), dan Kota Yogyakarta yang memiliki prioritas dalam meningkatkan kualitas layanan publik dengan melakukan inovasi-inovasi layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat setempat, terutama dalam menurunkan AKI.

Pengembangan proyek rintisan ini diharapkan dapat menginformasikan kepada pemangku kepentingan yang ada di tingkat lokal dan nasional, untuk mengembangkan lebih lanjut program APK yang komprehensif sebagai bagian dari upaya penurunan morbiditas perempuan dan AKI di Indonesia.

Sejalan dengan pilar Kajian-kajian dan Evaluasi, Yayasan IPAS Indonesia juga bekerja sama dengan beberapa pihak lainnya untuk melakukan diseminasi hasil-hasil studi terkait isu kesehatan reproduksi perempuan. Seperti proyek DAISY misalnya, bekerja sama dengan Guttmacher Institute dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia untuk melakukan diseminasi hasil studi estimasi angka kejadian aborsi di Jawa.

Sesuai dengan visi misi organisasi, Yayasan IPAS Indonesia ingin berkontribusi untuk menciptakan dunia di mana perempuan dan remaja perempuan memiliki status kesehatan reproduksi yang baik serta hak dan akses pada layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif, sehingga tidak ada lagi kejadian keguguran, kesakitan perempuan, kematian ibu, kehamilan tidak direncanakan, aborsi yang tidak aman, dan masalah kesehatan reproduksi lainnya.

Laman Lainnya