Visi & Misi Kami

VISI

  • Kami percaya pada dunia di mana setiap perempuan dan anak perempuan memiliki hak dan kemampuan untuk menentukan seksualitas dan kesehatan reproduksinya sendiri.

  • Layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang komprehensif serta berkualitas tinggi dapat diakses dengan mudah.

Tidak cukup hanya menciptakan lingkungan yang lebih baik di mana perempuan dan remaja perempuan memiliki hak untuk mengakses kesehatan seksual dan kesehatan reproduksinya. Kita juga harus memastikan implementasi dan ketersediaan layanan yang berkualitas tinggi dapat diakses dengan mudah oleh perempuan dan remaja perempuan—di manapun mereka berada.

MISI

Yayasan IPAS Indonesia menggunakan kerangka strategis, model sosio-ekologis untuk perubahan yang banyak digunakan oleh organisasi kesehatan. Dalam model program kami, perempuan dan remaja perempuan berada di tengah (menjadi pusat), di mana mereka merupakan bagian dari lingkungan yang besar yang memengaruhi keputusannya berkaitan dengan kesehatannya.

Kami akan meluangkan lebih banyak waktu untuk belajar memahami perempuan, baik hajat, kebutuhan, dan keinginan mereka. Kami akan merancang program-program berdasarkan bukti ilmiah yang berpusat pada perempuan—yang seringkali juga beririsan dengan pasangan mereka. Kami akan mengumpulkan informasi mendalam tentang orang-orang yang ada di sekitar perempuan, termasuk siapa saja yang memengaruhi keputusan mereka.

Maka dari itu, program-program yang dirancang dan dijalankan akan berdasarkan kebutuhan perempuan dan remaja perempuan, sebagai individu, sebagai istri, sebagai rekan, orang tua, saudara atau teman, juga sebagai anggota masyarakat, institusi religius, sekolah, keluarga besar atau jaringan sosial, serta sebagai pasien dari layanan kesehatan, dan sebagai warga negara.

Strategi pendekatan yang dilakukan oleh Yayasan IPAS Indonesia:

  1. Melakukan pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas layanan Kesehatan Reproduksi untuk pemberi layanan kesehatan.

  2. Mendidik dan melakukan penyadaran publik di bidang Kesehatan Reproduksi, seperti perencanaan kehamilan, keluarga berencana, dan pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan kepada masyarakat luas, terutama kelompok perempuan usia reproduksi.

  3. Mempublikasikan dan mempromosikan tentang Kesehatan Reproduksi perempuan berbasiskan bukti ataupun kajian sosial.

  4. Melakukan penguatan kelembagaan dan pendampingan bagi mitra kerja.

  5. Menjalankan organisasi yang transparan dan akuntabel.

Laman Lainnya