Webinar Nasional Pedoman Nasional Asuhan Pasca Keguguran Komprehensif

Editor: Aditiya Bagus Wicaksono

Pernahkah teman-teman mendengar bahwa 28 September adalah Hari Aborsi Aman Internasional? Hari itu pertama kali dirayakan sebagai hari aksi untuk dekriminalisasi aborsi di Amerika Latin dan Karibia pada tahun 1990. Peringatan ini dilakukan untuk penyadaran pentingnya pemenuhan hak perempuan atas Kesehatan seksual dan reproduksi, termasuk aborsi aman. Karena pemahaman isu aborsi aman seringkali diwarnai mitos-mitos yang justru membahayakan kesehatan perempuan, baik secara fisik, psikis dan sosial. Ada dua jenis pengehentian kehamilan yaitu Abortus Spontaneous (dikenal dengan keguguran) dan abortion provocatus/induced (aborsi yang disegaja) yang untuk konteks Indonesia hal ini diijinkan karena berbagai alasan yaitu indikasi medis dan akibat perkosaan.

Nah teman-teman, pernah dengar ngga ya ada keluarga kita yang sedang mengalami keguguran? Bagi tenaga Kesehatan, merespon cepat dan tepat kebutuhan perempuan yang mengalami keguguran ini sangat penting agar pasien mendapatkan penanganan medis dan psikologis secara baik.

Pada tanggal 13 Januari 2021 Direktorat Kesehatan Keluarga telah secara resmi meluncurkan Pedoman Nasional Asuhan Pasca Keguguran (APK) Komprehensif. Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan baik bagi Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, asosiasi profesi dan layanan kesehatan, maupun pihak terkait untuk menyelenggarakan layanan penanganan keguguran yang berkualitas bagi perempuan yang membutuhkan.

Menurut Prof. dr. Budi Utomo, MPH., Ph.D, penelitian tentang aborsi akan selamanya sukar karena angka yang dilaporkan sangat kecil. Hukum dan stigma yang ada di masyarakat Indonesia mengenai aborsi mempersulit para peneliti untuk memahami situasi aborsi secara lebih jelas dan akurat, khususnya mengenai angka kejadian aborsi.

Mayorita aborsi dilakukan secara diam-diam dan hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Sebagian besar perempuan yang pernah mengalami aborsi apabila ditanya melalui survei cenderung tidak mengaku. Sehingga para peneliti menggunakan data kasus asuhan pasca keguguran (APK) di fasilitas kesehatan untuk digunakan sebagai bahan dasar data kasus aborsi dengan komplikasi yang menerima perawatan. Namun, dari data rekam medis kasus APK pun sebenarnya sulit untuk membedakan antara kasus aborsi dan kasus keguguran spontan.

Kegiatan peluncuran tingkat nasional yang ini dihadiri oleh lebih dari 1,000 peserta dari fasilitas kesehatan dan dinas kesehatan di berbagai propovinsi di Indonesia. Hal ini adalah awalan yang sangat penting bagi meluasnya informasi tentang pentingnya APK komprehensif. Kementerian Kesehatan kemudian menindaklanjuti dengan mengunggah tautan di website resminya yang dalat diunduh secara bebas di sini.

Untuk mendukung dilanjutkannya penyampaian informasi tentang panduan nasional ini, Yayasan IPAS Indonesia bekerja sama dengan DKT Indonesia melakukan scale up kegiatan orientasi panduan nasional tersebut ke fasyankes swasta. Forum ini diharapkan akan memberikan informasi dan ruang diskusi yang lebih luas untuk mengenal dan mendalami pedoman nasional ini.

Kegiatan yang dipimpin oleh Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan ini dilakukan untuk menyebarluaskan informasi tentang Pedoman Nasional Kementerian Kesehatan tentang Asuhan Pasca Keguguran (APK) yang komprehensif untuk: 1) mengurangi kesakitan, dan 2) menurunkan potensi kematian bagi ibu yang mengalami keguguran. Seri kegiatan diikuti oleh:
1. Perwakilan dari manajemen fasilitas kesehatan (RS, Puskesmas, Klinik)
2. Perwakilan dari Dinas Kesehatan
Worksop dua hari ini mendiskusikan 4 topik diskusi penting, yatiu:
1. Pentingnya asuhan pasca keguguran dalam mendukung kesehatan perempuan dan penurunan AKI
2. Penyelenggaraan layanan komprehensif bagi perempuan yang mengalami keguguran – termasuk ketersediaan paralatan
3. Dukungan psikososial bagi perempuan yang mengalami keguguran
4. Pecatatan dan pengawasan
Kegiatan dilaksanakan secara daring/online selama 2 hari dengan waktu pelaksanaan selama setengah hari setiap harinya dari pukul 09:00 – 12:00 WIB. Kegiatan akan dibagi menjadi 2 batch:
1. Batch 1
a. Senin-Selasa tanggal 27-28 September 2021
b. Peserta dari Seluruh RS Jejaring ‘Aisyiyah dan RS PKU Muhammadiyah serta Asosiasi RS Swasta
2. Batch 2 pada hari Rabu-Kamis tanggal 29-30 September 2021
a. Rabu Kamis tanggal 29-30 September 2021
b. Peserta dari Seluruh RS dan Puskesmas Wilayah DKI Jakarta

Bagi rekan-rekan yang penasaran dengan kegiatamnya, dapat melihat rekaman sesinya di kanal Youtube Ipas Indonesia, lho! Jadi bisa langsung dicek sekarang ya!

Kategori

Tag

Dapatkan
Nawala Kami

Berikan Komentar

Leave A Comment