Peringati International Youth Day, Orang Muda di Jawa Tengah Suarakan Ruang Aman Bebas dari Kekerasan 

“Mari kita berani speak up, percayalah pasti punya ruang aman, suarakanlah!,” itulah pesan yang disampaikan oleh Asyifa Azdkiah Haqiqi, panitia kegiatan “We Speak Up Because We Matter: Remaja Berdaya Bebas dari Kekerasan”. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati International Youth Day yang jatuh pada 12 Agustus.  

Acara yang diselenggarakan di Gedung Sekretariat Bersama Kota Surakarta Jawa Tengah pada 2 Agustus 2025 ini dikelola oleh Health Rangers – sebuah inisiatif untuk mendorong orang muda di Jawa Tengah untuk lebih paham soal kekerasan termasuk pencegahan dan akses layanannya.  

Data dari Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja tahun 2024 menunjukkan sebanyak 10, 58% laki-laki dan 11,43% perempuan berusia 18-24 tahun mengalami salah satu bentuk kekerasan seksual atau lebih sebelum berusia 18 tahun. Berdasarkan temuan ini, remaja memiliki peranan penting dalam pencegahan dan penanganan kekerasan mulai dari memahami kekerasan, melapor memberikan dukungan, akses layanan sampai menciptakan ruang aman di komunitasnya. 

Asyifa menjelaskan tema “We Speak Up Because We Matter” dipilih untuk mendorong orang muda agar tahu bagaimana caranya mereka memiliki ruang aman. “Bahwasanya remaja pun mampu untuk berdaya dan tahu apa itu kekerasan,” tegasnya.  

Kegiatan ini dikemas melalui diskusi yang melibatkan setidaknya 100 orang muda dari berbagai komunitas. Topik diskusinya di antara lain edukasi soal kekerasan, termasuk kekerasan seksual, hak korban kekerasan dan bagaimana korban melapor jika mengalami kekerasan.  

Salah satu peserta diskusi yang berasal dari Komunitas Remaja Mojosongo Kota Surakarta, bernama Fransisca mengatakan bahwa ia sangat antusias mengikuti diskusi tersebut. “Asyik kegiatannya, dari mengikuti kegiatan ini jadi tambah pengalaman dan pengetahuan seperti informasi baru soal aduan [korban kekerasan],” ujarnya.  

Kegiatan “We Speak Up Because We Matter” merupakan bagian dari aksi Health Rangers untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan kekerasan, terutama kekerasan seksual, untuk khalayak luas. Sebelumnya, sebanyak 30 orang muda dilatih dalam workshop tiga hari yang diselenggarakan oleh Pilar PKBI Jawa Tengah.  

Project Officer Pilar PKBI Jawa Tengah Anis Sapitri mengatakan pihaknya cukup senang karena jumlah peserta yang hadir melebihi ekspektasi. Ada kekhawatiran bisakah menjangkau 75 peserta tetapi yang hadir 100 orang lebih, Ibu Wakil Wali Kota Surakarta juga hadir dan memberikan dukungan, Health Rangers disebut,” ujarnya.  

Ia berharap, Health Rangers bisa membuat inisiatif lagi dengan cara yang menarik untuk bisa menjangkau lebih banyak orang muda agar tahu soal kekerasandan bersama-sama menciptakan ruang aman. 

Health Rangers merupakan bagian dari program ARUNIKA (Perempuan Berdaya untuk Indonesia Bebas Kekerasan) Yayasan IPAS Indonesia yang didukung oleh Pemerintah Kanada. Program ini dijalankan di Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, dan Kota Surakarta dengan tujuan untuk meningkatkan akses layanan bagi korban kekerasan yang komprehensif dan holistik.   

Reporter: Purwantining Fitri Kawuri 

Gulir ke Atas